1. Polemik Abu Anak Krakatau



Meskipun erupsi Gunung Anak Krakatau berkurang, dampak letusannya hingga kini masih ramai dibicarakan. Polemik soal abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terbawa jauh hingga ke Bandar Lampung ramai dibicarakan masyarakat, khususnya di dunia maya. Masyarakat di Bandar Lampung sempat dibuat resah dan bingung soal kemunculan hujan abu yang terjadi Minggu (2/9/2012) dan Senin (3/9/2012), tepat saat Gunung Anak Krakatau meletus cukup kuat.
Kebingungan terutama terjadi karena ketidaksepahaman lembaga resmi pemerintah untuk menjelaskan asal abu itu. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung menyebutkan abu itu adalah material vulkanik dan berasal dari Gunung Anak Krakatau. Sebaliknya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang merupakan institusi berkompeten dalam urusan bencana gunung berapi justru membantahnya.
“Ini yang benar yang mana?” tanya Macucu, seorang kaskuser dalam diskusi yang intens di situs Kaskus. “Untuk kejadian seperti ini saja info simpang siur, apalagi kalau sampai terjadi perang?” sindir kaskuser lainnnya. Sahril, warga Bandar Lampung, mengkritik keras PVMBG. Menurut dia, PVMBG tidak bisa begitu saja terburu-buru memastikan abu bukan berasal dari Gunung Anak Krakatau, melainkan dari abu kebakaran hutan.
“Memang pas kejadian mereka betul-betul mantau? Saat gunungnya batuk malam hari apa kelihatan debunya beterbangan, dan apa ketinggiannya bisa dipastikan, kok, yakin hanya 400 meter? Apa sudah dibuat pemodelan sebaran debu berdasarkan tiupan angin?” papar Sahril. Gunawan, anggota staf BPBD Lampung, mengatakan, perilaku alam tidak sepenuhnya bisa dipahami manusia. Ia menyayangkan sikap PVMBG yang telanjur yakin dan bersikeras abu Gunung Anak Krakatau tidak sampai Lampung, padahal belum melakukan pengamatan dan penelitian terkait hal itu.

Sumber berita: kompas.com |Edisi JUmat, 07 September 2012.






2. Hubungan Sidik Jari Dengan Otak


Masalah pola analisa sidik jari lewat finger print (FP) sekarang ini sedang ramai dibicarakan masyarakat, seperti halnya merebaknya pendidikan “otak tengah”. Tidak main-main, bahkan Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Sarlito Wirawan Sarwono pun ikut angkat bicara, yang sudah dipublikasikan lewat Harian Seputar Indonesia, baru-baru ini. Menanggapi hal itu, di bawah ini beberapa pendapat tentang analisa sidik jari:

Pola sidik jari terbentuk sejak janin dalam kandungan usia 13 minggu – 19 minggu. Pola sidik jari juga bersifat herediter (diturunkan) dari orang tuanya. Pola sidik jari dipengaruhi oleh DNA seseorang. Pada th 1986, telah dilakukan penelitian oleh Dr. Rita Levi Montalcini dan Dr Stanley Cohen, tentang adanya korelasi antara Nerve Growth Factor (NGF) dan Epidermal Growth Factor (EGF). Pada penelitian ini ditemukan korelasi antara pola garis epidermal kulit, dengan sistem pertumbuhan saraf yang menunjukkan terdapatnya hubungan pola sidik jari dan otak.

Menurut para ahli, sistem saraf pusat itu terhubungkan dengan bagian-bagian dari otak. Dan otak merupakan pusat semua aktifitas fisik dan mental seseorang. Setiap bagian bagian otak, pada area pre frontal, frontal, occipital, parietal dan temporal mempunyai fungsi-fungsi yang berbeda dan kekuatan (dominansi) yg berbeda pula. Sehingga logis bila pola-pola sidik jari sesorang itu, bisa memanifestasikan kerja dari bagian-bagian otak tersebut.

Namun memang apa yg terekam pada sidik jari sekarang, tidak 100% merupakan manifestasi sesorang saat itu. Karena faktor pembentukan dan pendidikan oleh lingkungan juga ikut berperan.

Dr Syailendra WS. SpKJ, Jakarta

----------------------------------------

PENELITIAN ILMIAH METODE SIDIK JARI

Analisa sidik jari saat ini menjadi topik hangat yang diperdebatkan mengenai keabsahan ilmiahnya. Namun, perlu dipahami bahwa pemanfaatan sidik jari juga sudah dipergunakan dari dahulu. Hal ini dilakukan oleh Zhai Guijun, dalam makalahnya Report on Study of Multivariate Intelligence Measurement through Dermatoglyphic Identification, Beijing Oriental KeAo Human Intelligence Potential Research Institute Zhengzhou DongFangZhou Intelligence Measurement & Consultation Research Center Wuhan University Oriental Intelligence Research & Test Center, yang dipublikasi pada 15 april 2006.

Berikut kutipan pernyataan yang dibuat oleh Zhai Guijun dalam makalahnya :

I started to study the correlation of dermatoglyph (fingerprints) and human intelligence in

1988. Through 19-year continuous efforts, I have established a preliminary systematic method for intelligence measurement through Dermatoglyphic identification. I have successively made study, measurement and sampling of over 40 thousand people in 25 regions of China, and gradually improved the practice and theory of Multivariate Intelligence Measurement through Dermatoglyphic Identification, as well as made it highly reliable and effective.

The method of Multivariate Intelligence Measurement through Dermatoglyphic Identification passed the Science and Technology Achievement Appraisal (YKYCZ9212) by Henan Academy of Sciences on October 4, 1992, and also passed the demonstration jointly presided by the Genetics Society of China, the Working Committee for Popular Science Activities under China Psychological Society, and the Working Committee for Health Care of Women and Children under China International Exchange and Promotive Association for Medical and Health Care (CPAM) on April 15, 2006.

Zhai Guijun mengemukakan bahwa dengan memanfaatkan sidik jari dalam penelitian ini hasil yang ia peroleh relatif konsisten dengan angka reliabilitas 0.798, 0.725, 0.840, dan 0.381 dengan melakukan pengukuran pada anak-anak sekolah dasar. Validitasnya adalah 0.995.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini :

The study on multivariate intelligence measurement through dermatoglyphic identification (finger print) makes physiological and physical measurement of human intelligence possible.It is most likely an easily workable and accurate intelligence measurement before people can make precise determination of human intelligence from gene level.

It is possible to become the latest generation of intelligence measurement methods in succession to “Assessment Scale”. Multivariate intelligence measurement through dermatoglyphic identification is capable to accurately identify the intelligence difference and personality difference of individuals. Therefore it may be used by schools or institutions in making appropriate selection of different talents. Dermatoglyph is the external existence of human genes and brains, and may also be considered as a representation of DNA sequence.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan penelitian yang dilakukan Zhai Guijun, finger print analysis dapat dijadikan sebagai salah satu metode untuk mengukur potensi yang dimiliki oleh individu.

Efnie Indrianie,M.Psi,Psikolog, Bandung

------------------------------------------

FP MEMANDU BAKAT ANAK SAYA

Saya seorang ibu rumah tangga biasa yg ingin mendidik anak-anak saya menjadi anak-anak yang sukses dimasa depan. Berbagai kursus yang bisa menunjang prestasi anak saya, saya coba ikutkan. Sampai suatu ketika, saya minta anak saya untuk ikut les vocal, dan piano. Soalnya, saya sendiri suka menyanyi dan berharap anak saya bisa menjadi seorang artis terkenal (hehehe cita-cita masa laluku yang tidak tercapai.

Si anak, Elisha namanya, kebetulan memang suka nyanyi di mobil. Banyak lagu yang cepat dia hafal sehingga saya pikir, ini bakat turunan dari saya nih. Akhirnya, Elisha ikut saja apa yang saya minta. Namun giliran dia harus tampil untuk konser, dia selalu terlihat sedih, seolah tidak ingin berangkat les, sampai harus saya bujuk dan marahin baru dia mau berangkat.

Ternyata dugaan saya benar, bahwa dihari H dimana dia harus tampil, dia benar-benar mogok, tidak mau naik panggung. Pada waktu itu saya benar-benar marah. Sudah saya duga, konser Elisha pun "gatot", alias gagal total.

Suatu saat, saya bertemu dengan ipar saya dan mengajak saya untuk ikut “analisa sidik jari” buat putra-putri saya. Dia bilang, lewat finger print (FP) kita bisa tahu potensi dan bakat yang dimiliki seseorg dari lahir. Saya mau mencoba untuk meyakinkan diri saya, apakah selama ini, saya salah dalam mengarahkan bakat anak saya?

Dan saya pun cukup terkejut, karena dari report dan penjelasan konsultan FP, ternyata Elisha tidak terlalu berbakat dalam musik. Dia justru lebih berbakat dalam seni lukis. Disamping itu, Elisha termasuk anak yang rasa percaya dirinya rendah. Itu sebabnya dia tidak mau tampil di panggung, terutama jika dia tidak yakin menguasai lagunya.

Sejak saat itu saya berhentikan dia dari kursus menyanyi, dan sebagai gantinya saya ikutkan dia kursus menggambar.Hasilnya, dia benar-benar menikmati, dalam membuat perpaduan warna-warna. Elisha menggambar, sesuai hasil analisa FP, hasilya sangat bagus. Ternyata bakat yang saya miliki, tidak semuanya menurun pada anak saya. Ternyata bakat melukis yang dimiliki Elisha lebih banyak menurun dari kakak saya.

Saya pikir, dengan FP kita bisa lebih mudah mendeteksi bakat anak-anak, secara lebih dini, sehingga mengurangi resiko coba-coba, dan bisa dihindari biaya yang terbuang percuma. Karena tanpa tools tersebut, seringkali kita hanya bisa meraba, dan mencoba, yang terkadang justru melelahkan bagi si anak, maupun ortu. Itulah pengalaman saya dengan FP.


Dewi Nurshintawati, Jl. Majapahit 166, Semarang (arieska)




3. FOTO MESRA LUKMAN NOAH DENGAN NOVA ELIANA




Foto Mesra Lukman Noah dengan Nova Eliana | Hallo rekan-rekan setia inijalanku, gimana kabarnya hari ini? Semoga baik-baik saja & sehat wal’afiat tentunya. Oke, sekarang saya akan share untuk Anda mengenai artis papan atas yaitu gitaris dari band Noah Lukman. Sang gitaris Lukman yang sudah berkeluarga tersebut diduga pernah berselingkuh dengan artis dangdut pendatang baru Nova Eliana setelah foto mesra lukman dan Nova Eliana beredar di dunia maya yang berasal dari HP Nova yang hilang dua tahun silaam.
Foto Mesra Lukman Noah dan Nova Eliana
Foto Mesra Lukman Noah dan Nova Eliana
Band Noah yang sedang sibuk dengan Jadwal Konser di beberapa kota Indonesia sepertinya akan semakin menjadi pusat perhatian. Baru-baru ini, beredar foto ‘mesra’ salah satu personelnya, Lukman yang diketahui sudah beristri dengan artis bernama Nova Eliana.
Jika melihat kualitasnya, foto mesra lukman dan nova tersebut diambil menggunakan handphone. Dalam foto tersebut, Lukman dan Noah berpose seperti layaknya sepasang kekasih.
Pada Kamis (4/10/2012), detikHot mengkonfirmasi mengenai foto itu kepada manajer Nova, Enda. Ia pun menduga foto tersebut berasal dari handphone Nova yang hilang pada 2010 lalu.
“Memang HP-nya Nova sempat hilang tahun 2010. Kalau soal foto memang HP-nya Nova hilang,” tuturnya saat dihubungi lewat telepon.
Sayangnya, sampai saat ini pihak Lukman belum bisa dikonfirmasi terkait kabar ini. Lalu, apa hubungan Nova dan Lukman? Apakah mereka pernah memiliki hubungan khusus?
“Kedekatannya memang dekat, hubungan pacaran apa nggak aku nggak tahu,” ujar manajer Nova, Enda saat dihubungi detikHOT lewat telepon, Kamis (4/10/2012) malam.
Enda mengungkapkan, gitaris Noah itu dan Nova sudah dekat sejak 2010 lalu. Bahkan, menurutnya Lukman juga cukup dekat dengan keluarga Nova.
“Dia awal dekat karena memang si Lukman baik, udah kenal sama keluarganya Nova juga,” tuturnya.
Namun, ia menilai hubungan Lukman dan Nova hanya sebatas teman dekat. Nova pun mengetahui bahwa Lukman sudah berkeluarga.
“Sudah lama kenal dengan Lukmab, mungkin dari 2010. Lukman juga udah punya anak saat itu,” ucap Nova.
Tidak sampai disitu selain foto mesra bahkan ada lagi gosip dugaan ada juga rekaman Video Lukman dan Nova Eliana selingkuh.
Nova Eliana Simpan Video Bareng Lukman?
Mengaku punya hubungan dekat dengan Lukman ‘NOAH’, Nova Eliana juga memiliki foto mesra dengan sang gitaris di ponsel pribadinya yang hilang. Enda, manajer Nova menyebut foto mesra Nova dan Lukman lebih dari satu.
Selain foto-foto mesra itu, dugaan lainnya pun muncul. Nova juga disebut memiliki video bareng gitaris bertubuh kurus itu. Benarkah?
“Cuma foto-foto aja, nggak ada video kok,” ujarnya mengklarifikasi kepada detikHOT, Senin (8/10/2012).
Enda mengatakan, hubungan Nova dengan Lukman sampai saat ini masih baik-baik saja setelah Nova mengaku dekat dengan sahabat Ariel itu di depan media.
Sebelumnya, manajemen NOAH angkat tangan dengan pemberitaan kedekatan Lukman dan Nova yang beredar baru-baru ini. “Bisa banyak arti kalau soal foto, kalau soal pengakuan juga sama, jadi kita nggak bisa mengatakan apa-apa, karena manajemennya ada di NOAH,” kata Dewi, perwakilan Musica.
Semoga saja ini hanya gosip belaka, satu trik meningkatkan popularitas salah satu pihak. Yang terpenting jangan sampai keharmonisan keluarga Lukman Noah terganggu karena kabar ini. Sebab membangun sebuah keluarga itu tidak mudah dan diperlukan proses hingga mencapai tawap berkeluarga. Jadi kalau sampai retak gara-gara dugaan selingkuh dan foto mesra , sangat disayangkan.
Detik.Com
Share To:

Yoki Putra P.

Post A Comment:

0 comments so far,add yours